Berbeda Efektifitas Sinovac Dengan 5 Vaksin Lain di Indonesia

Nada4D

Fokus UtamaBerbeda Efektifitas Sinovac Dengan 5 Vaksin Lain di Indonesia, beberapa tenaga medis memperoleh vaksinasi jumlah pertama vaksin Covid-19 Sinovac di Istana olahraga Senayan, Jakarta, Kamis, 4 Februari 2021.

Program vaksinasi telah jalan semenjak Januari 2021, tidak lama sesudah Tubuh Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan Ijin Pemakaian Genting atau Emergensi Use Authorization (EUA) vaksin Sinovac. Semenjak itu, minimal ada enam vaksin yang digunakan di Indonesia untuk menangani Covid-19.

Vaksin pertama yang ada di Indonesia ialah Sinovac bikinan perusahaan asal China, Sinovac. BPOM saat mengeluarkan EUA untuk Sinovac 11 Januari 2021, mengatakan jika efikasi atau tingkat kemanjuran vaksin ini pada virus corona capai 65,3 %.

 

Berbeda Efektifitas Sinovac Dengan 5 Vaksin Lain di Indonesia

Selanjutnya, sesaat sesudah Sinovac, PT Bio Farma membuat vaksin CoronaVac yang bahan bakunya datang dari Sinovac. Saat mengeluarkan EUA untuk CoronaVac, BPOM tidak mengatakan dengan detil tingkat efikasi vaksin itu. Dikutip dari Fokus Update.

Tetapi, Kepala BPOM Penny K. Lukito menjelaskan vaksin CoronaVac mempunyai kandungan dan profile manfaat keamanannya sama dengan vaksin CoronaVac yang dibuat Sinovac Beijing.

Seterusnya ada AstraZeneca yang disebut vaksin hasil peningkatan Oxford University. BPOM mengeluarkan EUA untuk vaksin AstraZeneca pada 9 Maret 2021.

Dari info BPOM, efikasi vaksin dengan 2 jumlah standard. Terhitung semenjak 15 hari pemberian jumlah ke-2 sampai pengawasan sekitaran 2 bulan memperlihatkan efikasi sejumlah 62,10 %.

Vaksin selanjutnya yang ada di Indonesia ialah Sinopharm yang disebut produksi dari perusahaan asal Beijing, Bio-Institute Biological Products Co., yang disebut salah satunya anak perusahaan dari China National Biotec Grup (CNBG).

Berbeda Efektifitas Sinovac

Berdasar info BPOM, hasil dari study medis babak 3 yang sudah dilakukan pada lebih dari 42.000 subyek di Uni Emirat Arab dan beberapa negara memperlihatkan efikasi vaksin Sinopharm capai 78,02 %.

BPOM sudah mengeluarkan EUA untuk Sinopharm pada 30 April 2021. Pemerintahan putuskan vaksin ini dipakai dalam program Vaksin Gotong Royong.

Masuk bulan Juli, BPOM terdaftar mengeluarkan EUA untuk dua vaksin. Pertama yaitu penerbitan EUA untuk vaksin Moderna pada 2 Juli 2021.

Vaksin Moderna sebagai vaksin yang diperkembangkan dengan basis mRNA. Vaksin ini diberi secara injeksi intramuscular, jumlah 0,5 ml dengan 2 kali penyuntikan dalam kurun waktu sebulan.

Dari info BPOM, efikasi Moderna sebesar 94,1 % pada barisan umur 18 sampai di bawah 65 tahun dan 86,4 % pada barisan umur 65 tahun ke atas. Hasil itu didapat lewat penilaian awal hari ke-14 sesudah penyuntikan ke-2 .

Paling akhir, BPOM sudah mengeluarkan EUA untuk vaksin Pfizer pada Kamis (15/7). Referensi Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) mengatakan, efikasi Pfizer capai 95,5 % pada umur 16 tahun ke atas. Dan pada remaja umur 12-15 tahun efikasinya sejumlah 100 %. Dikutip langsung dari Info Nusantara.

Dari info BPOM, faktor keamanan yang sudah ditelaah bersama Komite Penasihat Pakar Imunisasi Nasional (ITAGI) memperlihatkan. Jika pada umumnya vaksin Pfizer ini aman dan bisa ditolerir kesemua barisan umur.

Related Post